Orang - Rahayu Saraswati - Jimmy Oentoro | Satu Cerita Untuk Indonesia

Rahayu Saraswati Parinama Astha

Aktivis, Politisi, dan Pendiri Yayasan Peduli Manusia

Nama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, baik dari pemberitaan nasional maupun di media sosial. Dia adalah seorang politisi muda yang juga merupakan pemain film, presenter, dan aktivis perdagangan manusia yang memiliki keterikatan dengan Prabowo Subianto, pamannya. Rahayu, atau yang akrab dipanggil Sara, adalah putri dari Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo. Namanya dikenal melalui peran-perannya dalam film-film seperti "Merah Putih" dan "Gunung Emas Almayer", serta kegiatan advokasi perempuan dan anti-perdagangan manusia sejak tahun 2009.

Terjun ke dunia politik, Sara tidak hanya menjadi anggota legislatif DPR RI, tetapi juga menjabat sebagai legislator di Komisi VIII yang membidangi Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan, serta di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di Gerindra, ia juga menjabat sebagai Ketua DPP bidang Advokasi Perempuan. Sara memiliki tujuan mulia dalam karir politiknya, yaitu untuk bermanfaat bagi banyak orang dan tidak terjebak dalam konflik kepentingan jangka pendek.

Selain berkecimpung dalam politik, Sara juga mendirikan Yayasan Parinama Astha (ParTha) pada tahun 2012 untuk memerangi perdagangan manusia di Indonesia. ParTha berfokus pada pencegahan, intersepsi, penuntutan, dan reintegrasi (P4) dalam upaya memberikan perlindungan, rehabilitasi, dan pelatihan kepada korban perdagangan manusia. Dengan membangun Rumah Astha dan Rumah Aman Sementara di berbagai provinsi, ParTha memberikan tempat perlindungan dan bantuan bagi mereka yang terjebak dalam jaringan perdagangan manusia, mengubah mereka dari korban menjadi penyintas yang memberikan harapan bagi orang lain.