Maria Gabriella Isabella Copa de Flores
Merajut Kebahagiaan dan Pemberdayaan Perempuan
Copa de Flores adalah lebih dari sekadar merek fashion lokal, itu adalah perwujudan dari sebuah gerakan pemberdayaan perempuan melalui seni tenun ikat Sikka. Berdiri sejak tahun 2015, Copa de Flores memiliki misi yang kuat untuk menyehatkan mental perempuan yang menjadi korban kekerasan, pelecehan seksual, dan kelompok disabilitas di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan filosofi yang terinspirasi dari nama "Copa de Flores", yang berarti "bunga" dalam bahasa Spanyol, brand ini tidak hanya menawarkan produk fashion, tetapi juga mempromosikan semangat dan keindahan kain tenun Sikka.
Tenun ikat Sikka bukan hanya sekadar bahan untuk pakaian; itu adalah simbol dari kesabaran, ketekunan, dan keberanian. Proses menenun yang memakan waktu berbulan-bulan bukan hanya menjadi penghasilan tambahan bagi perempuan Sikka, tetapi juga menjadi medium pemulihan mental. Melalui proses menenun, perempuan dapat menumpahkan emosi dan mengurangi beban mental mereka, sambil menjaga warisan budaya daerah. Copa de Flores tidak hanya memberdayakan perempuan dengan keterampilan baru dan peluang ekonomi, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan tradisi tenun Sikka yang mulai terlupakan.
Selain memberdayakan perempuan dan melestarikan budaya, Copa de Flores juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk menyembuhkan mental penyintas kekerasan seksual dan perdagangan orang. Dengan proyek zero waste dan kolaborasi dengan LSM dan Komnas Perempuan, Copa de Flores berkomitmen untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat NTT. Melalui pameran dan bazar, Copa de Flores juga aktif dalam meningkatkan kesadaran akan isu-isu kesejahteraan perempuan dan kekerasan yang masih ada di wilayah tersebut. Dengan visi yang kuat dan aksi nyata, Copa de Flores terus merajut kebahagiaan dan pemberdayaan bagi perempuan di NTT.