Martinus Gea Yayasan Prima Unggul
Meniti Jalan dari Panti Asuhan ke Pusat Pendidikan dan Kewirausahaan
Martinus Gea, seorang pria yang mengalami masa kecil di panti asuhan, telah menorehkan perjalanan hidup yang menginspirasi banyak orang. Meskipun dari latar belakang yang serba terbatas, Martinus tidak pernah menyerah pada keadaan. Dari SD hingga SMA, ia menghabiskan waktu di panti asuhan bersama dengan teman-teman sebaya. Setelah meninggalkan panti, keterbatasan tidak menghentikan langkahnya; Martinus memutuskan untuk merantau ke ibu kota demi meraih masa depan yang lebih baik.
Perjalanan hidup Martinus di Jakarta tidaklah mudah. Ia menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan. Namun, takdir membawanya bertemu dengan orang tua asuh yang baik hati yang membiayai kuliahnya. Setelah lulus, Martinus bekerja sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selama bekerja, Martinus tidak melupakan asal-usulnya dan aktif mengikuti forum komunikasi panti asuhan di berbagai wilayah Indonesia.
Dari pengalaman tersebut, Martinus menyadari bahwa banyak anak panti asuhan yang kurang terpenuhi dalam aspek pendidikan di luar pendidikan formal. Hal ini memotivasi Martinus untuk mendirikan Yayasan Prima Unggul (YPU) pada tahun 2011. YPU bertujuan untuk menciptakan anak-anak panti yang mandiri dan berdaya, baik sebagai wirausahawan maupun anggota masyarakat yang berfungsi. Melalui YPU, Martinus memberikan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kewirausahaan dan karakter, serta memberdayakan anak-anak panti untuk menghadapi kehidupan setelah keluar dari panti dengan penuh percaya diri. Dengan pendekatan revolusi mental dan pembelajaran berbasis proyek, YPU telah melahirkan puluhan wirausahawan muda yang siap bersaing di dunia nyata, meratakan peluang pendidikan, dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak panti.