Nathan Roestandy Nafas Indonesia
Berangkat dari kegelisahan pribadi sebagai orang tua dan warga kota besar yang terpapar polusi setiap hari, Nathan mendirikan Nafas Indonesia dengan satu tujuan utama: membuka mata masyarakat terhadap dampak kualitas udara terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak dan keluarga. Ia meyakini bahwa akses terhadap informasi kualitas udara yang akurat dan real-time adalah hak semua orang. Nafas Indonesia kemudian berkembang menjadi jaringan sensor kualitas udara terbesar di Indonesia, mencakup berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Bali. Platform ini tidak hanya menyajikan data, tapi juga mengedukasi publik secara aktif lewat kampanye, konten digital, dan kolaborasi lintas sektorโdari komunitas ibu-ibu hingga perusahaan besar. Nathan membawa pendekatan yang progresif: menjadikan teknologi sebagai alat advokasi. Di bawah kepemimpinannya, Nafas telah bermitra dengan pemerintah, sekolah, dan sektor swasta untuk mendorong kebijakan dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari edukasi soal waktu terbaik untuk berolahraga, hingga pengembangan strategi mitigasi polusi di area padat penduduk. Bagi Nathan, membangun Nafas bukan hanya tentang startup, tapi tentang misi sosial untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi berikutnya. Ia mengajak publik untuk tidak lagi menormalkan udara kotor, dan mulai bertindak dengan informasi, kesadaran, dan kolaborasi.
Youtube