Angel Berlian Djibran Enterprise, Djibran Farming
Bagi Angel, urban farming bukan sekadar tren hijau, tapi bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan pangan dan degradasi lingkungan. Ia mengubah tanah-tanah tidur menjadi sumber sayuran segar, memperkenalkan hidroponik, sistem pertanian vertikal, hingga pendekatan zero-waste berbasis komunitas. Angel menanamkan satu filosofi penting kepada generasi muda Papua: “Produksi lokal, konsumsi lokal, untuk dampak global.” Visi ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali rasa bangga akan potensi lokal. Tak hanya dalam bidang pertanian, Angel juga menjahit masa depan lewat fashion. Ia mengangkat warisan budaya Papua melalui karya-karya busana berbahan noken, hasil karya perempuan Papua termasuk mereka yang berada di lembaga pemasyarakatan. Koleksi bertema “Carrying to Caring” yang ia tampilkan di Indonesia Fashion Week 2025 bukan hanya karya estetika, melainkan juga simbol kepedulian dan pemberdayaan. Di tangan Angel, noken bukan sekadar tas, melainkan pesan cinta dan perjuangan. Kini, Angel telah melanglang buana hingga forum dunia. Ia menjadi pembicara di konferensi internasional AgriNext Dubai 2024, menerima penghargaan Excellence in Leadership – Urban Farming. Namun, yang paling membanggakan adalah tekadnya untuk tetap kembali ke Papua. Karena menurutnya, perubahan besar bisa dimulai dari tempat yang dianggap paling jauh. Angel membuktikan bahwa dari Manokwari, kita bisa bicara pada dunia dengan solusi, bukan hanya keluhan.