Fathia Fairuza Shape Your Life
Fathia Fairuza tumbuh di tengah realita tersebut. Lahir dan besar di Sidoarjo, ia merasakan sendiri betapa sempitnya peluang pendidikan tinggi bagi anak muda di daerah. Penolakan dari perguruan tinggi negeri di Indonesia tidak membuat langkahnya terhenti. Sebaliknya, pengalaman itu menjadi titik balik yang membawanya meraih beasiswa dan kuliah di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Jepang, serta menyelesaikan program master di Columbia University, Amerika Serikat. Dari perjalanan ini, muncul kesadaran bahwa informasi dan dukungan merupakan dua hal penting yang kerap kali tidak sampai kepada mereka yang paling membutuhkannya. Berangkat dari keresahan itu, Fathia membangun Shape Your Life, sebuah platform edukatif yang hadir untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan. Platform ini menyediakan berbagai program gratis untuk membantu pelajar SMA di seluruh Indonesia. Mulai dari mentorship beasiswa, konsultasi jurusan dan kampus, pelatihan persiapan kuliah dalam dan luar negeri, hingga penggalangan dana bagi yang membutuhkan dukungan finansial. Semua dilakukan untuk memastikan bahwa mimpi melanjutkan pendidikan tidak berhenti hanya karena keterbatasan. Shape Your Life tidak hanya menyasar mereka yang memiliki potensi akademik, tetapi juga mengangkat pentingnya kepercayaan diri dan pengembangan diri. Banyak anak muda yang sebenarnya mampu, tetapi terkendala oleh rasa tidak percaya diri dan keterbatasan wawasan. Melalui platform ini, mereka diajak untuk merancang hidup yang diinginkan dan dipersiapkan untuk meraih kesempatan yang lebih luas. Fathia aktif mendorong keterlibatan pemuda dalam isu-isu sosial, termasuk hak atas pendidikan. Ia pernah dipercaya menjadi perwakilan anak muda Indonesia dalam forum PBB, serta menjalani magang di UN Office of the High Commissioner for Human Rights. Komitmennya terhadap pendidikan dan keadilan sosial terus diwujudkan lewat inisiatif nyata, menjadikan Shape Your Life sebagai ruang kolaborasi sekaligus wadah perubahan. Langkah Fathia menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari pengalaman pribadi dan semangat berbagi. Dari Sidoarjo hingga panggung global, kontribusinya membuka jalan bagi ribuan anak muda Indonesia untuk berani bermimpi, belajar, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.