Rumah Makan GratisAditya Prayoga adalah sosok inspiratif di balik inisiatif Rumah Makan Gratis (RMG), yang menyediakan makanan tanpa biaya bagi siapa pun yang membutuhkan. Berawal dari pengalaman hidup yang sulit, termasuk pernah tidur di bawah jembatan saat merantau ke Jakarta, Aditya terdorong untuk membantu sesama yang mengalami kesulitan serupa. Pada 2 September 2016, bersama istrinya, ia mendirikan RMG pertama di rumah kontrakan mereka di Ciangsana, Bogor, dengan modal pribadi dan hanya 20 porsi makanan per hari .
Maja LabsAdrian Zakhary adalah pendiri dan CEO Maja Labs, sebuah perusahaan inovatif yang memadukan teknologi masa depan seperti Web3, blockchain, AI, dan Augmented Reality dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Melalui pendekatan yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Adrian menghadirkan inovasi digital yang tidak hanya berdampak secara teknologi, tetapi juga sosial dan spiritual.
Traditional Games ReturnsKetika dunia anak-anak hari ini tenggelam dalam layar dan adiksi gawai menjadi ancaman serius, Aghnina Wahdini—atau akrab disapa Nina—datang membawa obor kecil yang perlahan menjelma jadi gerakan besar Traditional Games Returns (TGR). Berawal dari tugas kuliah sederhana bertema “I Love Indonesia,” Nina menyadari betapa permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, dan congklak mulai lenyap dari ingatan anak-anak masa kini. Ia pun mengambil langkah berani untuk menjadikan permainan tradisional bukan hanya nostalgia, tetapi gerakan nasional.
Ant Charity FoundationAnt Charity didirikan oleh Agustin Ramli, mantan finalis Putri Indonesia 2006 pada tahun 2008. Ant Charity dimulai oleh sekelompok kecil orang yang peduli terhadap sekelompok besar anak-anak yang hidup dalam kemiskinan. Telah mendukung lebih dari 300 anak di daerah kumuh di Kampung Kandang dan Plumpang (Jakarta Utara), Desa Dawung Gunung Kidul, Desa Klaten Timur, dan Jogja (Jawa Tengah), serta tempat pembuangan sampah di Denpasar (Bali), dan Toraja, Sulawesi Selatan.
Komunitas Menara Ahmad Fuadi bukan sekadar penulis novel best-seller. Ia adalah simbol semangat literasi yang menyala, penggerak perubahan sosial melalui pendidikan, dan suara lantang yang memperjuangkan keadilan bagi karya-karya orisinal. Lewat trilogi novelnya yang legendaris Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara, ia tak hanya menyampaikan cerita inspiratif, tapi juga menanamkan nilai-nilai kerja keras, kejujuran, dan persahabatan yang membekas di benak para pembacanya.
CEO Enable ProjectAie Natasha adalah pemudi asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan dan pemimpin muda yang aktif dalam berbagai forum nasional maupun internasional. Ia menjabat sebagai CEO Enable Project dan juga Koordinator Konsorsium Gerakan Bangun Nusantara (Gerbangtara). Aie juga tengah menempuh pendidikan di Program Magister Ilmu Komunikasi BINUS Graduate Program. Pada Maret 2025, Aie mewakili Indonesia dalam konferensi regional PBB di Bangkok yang diselenggarakan oleh UNDP dan UNEP, dengan membawa isu corporate sustainability dan pentingnya green skills. Ia juga terlibat aktif dalam pembangunan ekosistem kreatif dan pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Gerbangtara, bekerja sama dengan berbagai kementerian dan institusi negara.
Good News From Indonesia (GNFI)Akhyari Hananto adalah sosok visioner di balik lahirnya Good News From Indonesia (GNFI), sebuah platform digital yang konsisten menyebarkan kabar baik dan narasi positif tentang Indonesia. Di tengah dominasi berita negatif dan pesimisme yang kerap mengisi ruang publik, Akhyari hadir dengan misi sederhana namun kuat: menumbuhkan optimisme dan cinta tanah air melalui informasi yang membangun.
Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI)Ali Yusuf adalah Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), sebuah jaringan kemanusiaan lintas agama yang menghimpun berbagai lembaga berbasis keimanan untuk bekerja sama dalam isu-isu kemanusiaan di Indonesia dan kawasan. Di bawah kepemimpinannya, HFI menjadi wadah dialog, kerja sama, dan aksi nyata antar organisasi yang berbeda latar belakang keagamaan, namun bersatu dalam misi kemanusiaan.
Direktur The Climate Reality Project IndonesiaAmanda Katili Niode adalah salah satu tokoh lingkungan hidup terkemuka di Indonesia yang telah mengabdikan dirinya dalam isu perubahan iklim selama lebih dari dua dekade. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur The Climate Reality Project Indonesia, organisasi global yang didirikan oleh Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan peraih Nobel Perdamaian, yang fokus pada edukasi dan advokasi aksi iklim di seluruh dunia.
Institut Musik Jalanan (IMJ)Andi Malewa adalah salah satu pengamen yang terdampak oleh Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok nomor 16 tahun 2012, yang melarang kegiatan mengamen dan memberi uang pada pengamen. Namun, Andi tidak tinggal diam. Melihat bagaimana musisi jalanan sering kali mengalami diskriminasi dan sulitnya menemukan ruang berekspresi, Andi memutuskan untuk bertindak.
Djibran Enterprise, Djibran FarmingDi tengah hiruk-pikuk globalisasi dan krisis iklim yang mengancam keberlanjutan pangan, hadir sosok Angel Berlian Fonataba, perempuan muda Papua kelahiran Depok, yang memilih jalan pulang ke tanah leluhurnya untuk menanam perubahan. Lewat Djibran Farming, Angel membangun sistem urban farming di kota Manokwari, Papua Barat, daerah yang selama ini tergantung pada pasokan pangan dari luar. Ia tidak hanya menciptakan kebun di lahan sempit kota, tapi juga ruang belajar, pemberdayaan, dan regenerasi pertanian untuk generasi muda Papua.
Mambucha Di balik setiap botol kombucha Mambucha, ada kisah pribadi yang penuh keberanian, penyembuhan, dan harapan. Anita Hartono, pendiri Mambucha, tidak pernah menyangka bahwa perjuangannya melawan gangguan pencernaan dan kecemasan akan membawanya membangun salah satu brand minuman probiotik lokal paling berdampak di Indonesia.