Hanna Keraf Kreatologi
Menghidupkan Kembali Tradisi Menganyam
Tradisi menganyam telah menjadi bagian dari budaya Indonesia selama ratusan tahun. Namun, seiring dengan kemajuan zaman, tradisi ini mulai meredup di banyak daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat NTT, khususnya para perempuan, Hanna Keraf muncul sebagai sosok yang ingin mengubah paradigma tersebut. Hanna, seorang wirausaha muda, memimpin gerakan Du Anyam sejak 2014 dengan tujuan memberdayakan para perempuan melalui kerajinan anyaman tradisional.
Perjalanan Hanna dalam membantu perempuan NTT dimulai dari Maumere, Kabupaten Sikka, di mana ia menyaksikan potensi daerah yang kaya akan sumber daya alam namun tidak mampu memberdayakan masyarakat setempat. Dengan berfokus pada anyaman daun lontar, Hanna dan timnya menggalang dukungan untuk menghidupkan kembali tradisi ini dan memberikan pelatihan serta akses pasar bagi perempuan penganyam. Dengan terus berkembangnya gerakan Du Anyam, kini ratusan perempuan di NTT terlibat dalam produksi anyaman dengan berbagai produk yang dipasarkan secara luas.
Selain memberdayakan perempuan, Du Anyam juga menciptakan dampak sosial yang luas, termasuk dalam pelestarian budaya, pengembangan komunitas, dan konservasi lingkungan. Dengan meluaskan jangkauannya ke wilayah Kalimantan Selatan dan pengembangan aplikasi Krealogi, Hanna terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Melalui perjuangan dan inisiatifnya, Hanna Keraf membuktikan bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan tekad yang kuat, perempuan pun mampu menjadi agen perubahan yang signifikan dalam memajukan kesejahteraan dan keberlanjutan di berbagai lapisan masyarakat.